Langsung ke konten utama

Rashomon (Jepang, 1950)



Rashomon bukanlah film yang menyajikan jawaban ataupun akhir yang gamblang, tetapi justru memunculkan pertanyaan yang menjadi refleksi. Film ini memiliki alur flashback rangkap, di mana mengisahkan adanya perjumpaan di sebuah runtuhan kuil antara seorang pendeta, penebang pohon, dan seorang asing yang datang untuk berteduh setalah badai. Mereka bertiga mempercakapkan kejadian pembunuhan yang berlangsung tiga hari yang lalu. Diawali dari cerita penebang pohon yang melihat mayat di hutan, kemudian ia pun harus bersaksi di pengadilan. Selanjutnya kesaksian dilanjutkan oleh pendeta yang juga sempat berjumpa dengan korban. Selain itu dikisahkan pula di pengadilan bagaimana saksi-saksi yang lain mengisahkan kejadian tersebut, seperti adanya bandit yang terlibat kasus pembunuhan, istri dari korban, hingga arwah si korban yang didatangkan melalui raga istrinya. Yang membingungkan, masing-masing saksi mengisahkan kisah yang berbeda-beda mengenai siapa yang menjadi pembunuh korban di tengah hutan. Masing-masing mencoba untuk membenarkan diri dalam kesaksian.

Dialog di bagian terakhir yang disampaikan pendeta sepertinya menjadi pesan dari film ini. “Jikalau tidak ada kepercayaan satu dengan yang lain, dunia akan menjadi neraka.” Penyadaran diri akan kesalahan, menumbuhkan rasa malu, dan pemberian kepercayaan bagi orang lain adalah sikap yang harus terwujud dalam diri manusia. Pesan ini dibungkus dengan penyajian minimalis yang bersetting di tiga tempat : runtuhan kuil, hutan, dan pengadilan. Permainan plot dari satu setting ke setting yang lain adalah kekuatan dari film ini. Merangkai kesaksian-kesaksian dan membingkainya menjadi satu cerita yang berakhir dengan refleksi tajam : penyadaran diri, rasa malu, dan mau memberikan kepercayaan.


Salam Sinema!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

21 Grams (2003), Agama yang Memabukkan

Film ini menautkan tiga cerita menjadi satu rangkaian yang saling terkait. Salah satunya adalah cerita Jack Jordan yang mabuk agama. Jack adalah seorang mantan narapidana yang kemudian berkenalan dengan seorang pendeta. Melalui pendeta itulah Jack mengenal kehidupan gereja dan terlibat aktif di dalamnya. Namun perjumpaannya dengan gereja malah membuat dirinya sering tidak berpikir rasional. Pertautan kisah itu terjadi pada saat Jack menabrak seorang ayah bersama dua orang anaknya yang sedang menyeberang jalan. Jack pun menyerahkan diri kepada polisi dan ditahan. Orang yang ia tabrak mengalami kritis dan kemudian meninggal. Jantungnya didonorkan kepada seseorang yang nantinya menjadi kekasih istrinya. Begitu runyam film ini. Pertautan tiga cerita itu tidak dirangkai secara linier namun secara acak dan terbolak-balik. Penonton harus menyusun sendiri kepingan-kepingan puzzle film 21 Grams menjadi satu rangkaian yang utuh. Film ini dengan jelas menyindir agama yang bisa mem...

1900, Lima Jam yang Sangat Melelahkan!

Durasi film ini sama dengan tiga kali durasi film biasa. Kalau dihitung durasi film ini lebih dari lima jam! Ibarat makanan, film ini seperti mukbang atau makan besar, memakan tiga atau empat porsi makanan yang malah bikin mblenger atau eneg. Ini film sejarah negara Italia dari tahun 1900 hingga 1940-an, di mana menghadirkan persahabatan dua orang yang terjalin sejak kanak-kanak hingga lanjut usia. Olmo adalah seorang anak buruh tani yang bersahabat dengan Alfredo, anak pemilik perkebunan. Ketika perang dunia pertama berakhir, Italia meskipun menang tapi mengalami krisis. Saat inilah Mussolini mulai naik menjadi perdana menteri dan menerapkan fasisme di Italia. Dampak dari fasisme adalah berjayanya para borjuis dan penindasan yang semena-mena terhadap kaum buruh. Alfredo pun berjaya di tengah keluarga borjuis. Ia mewarisi perkebunan orang tuanya. Sedangkan Olmo menjadi aktifis kaum buruh tani yang berideologi komunis. Ia memimpin kaum buruh tani menentang fasisme di Italia...

A Separation (2011), Konflik yang Artistik

Film ini mengisahkan munculnya masalah di tengah masalah yang dihadapi oleh pasangan Nader dan Simin. Saat mereka bergumul dengan proses perceraian, timbullah masalah baru di mana Nader dituntut atas tindak kekerasan terhadap Razieh, pembantu yang baru beberapa hari bekerja di rumahnya. Nader dituntut di pengadilan setelah Razieh terjatuh dari tangga dan mengalami keguguran. Di tengah ketidakharmonisan Nader dan Simin, mereka harus bersinergi untuk menghadapi tuntutan tindak kekerasan kepada Razieh. Film dari negara Iran ini menggambarkan permasalahan yang muncul dari dua keluarga dari kelas yang berbeda. Keluarga Nader adalah keluarga kelas ekonomi menengah dan keluarga Razieh adalah keluarga kelas ekonomi bawah. Ketidakadilan sebenarnya telah dimunculkan saat pertama kali Razieh melamar menjadi pembantu. Razieh mendapat upah yang tidak sepadan dengan pekerjaan serta jauhnya perjalanan yang ditempuh menuju apartemen Nader. Ia harus mengasuh ayah Nader yang menderita penyak...