Sebuah film yang dibangun dengan cerita begitu rapi dan
menarik dari awal hingga pertengahan, sangat disayangkan amburadul dalam
penyelesaian konflik hingga akhir cerita. Tidak begitu jelas film ini melabeli
dirinya sebagai film apa. Di saat tersaji permainan pikiran berbumbu humor,
eh... tiba-tiba muncul teror yang mencekam... Kisah keluarga miskin yang
menjadi parasit bagi keluarga yang kaya raya dengan bersandiwara menjadi guru
les Inggris, guru seni, sopir, dan pembantu adalah sebuah kisah yang sangat
menarik. Dengan segala tipu daya yang
licik keluarga miskin memperdaya keluarga kaya bak parasit. Begitu cerdas alur
cerita yang dibangun. Tapi setelah sampai di pertengahan, film ini menjadi tidak
jelas. Tiba-tiba ada banjir, tiba-tiba ada darah, tiba-tiba saling bunuh,
tiba-tiba ada mimpi yang absurt... Andai saja film ini terselesaikan dengan
permainan pikiran, akan menjadi sangat menarik. Permasalahan logika akan lebih
indah ketika diselesaikan juga dengan logika. Tapi sayangnya film ini
menjawabnya dengan darah!
Film ini menautkan tiga cerita menjadi satu rangkaian yang saling terkait. Salah satunya adalah cerita Jack Jordan yang mabuk agama. Jack adalah seorang mantan narapidana yang kemudian berkenalan dengan seorang pendeta. Melalui pendeta itulah Jack mengenal kehidupan gereja dan terlibat aktif di dalamnya. Namun perjumpaannya dengan gereja malah membuat dirinya sering tidak berpikir rasional. Pertautan kisah itu terjadi pada saat Jack menabrak seorang ayah bersama dua orang anaknya yang sedang menyeberang jalan. Jack pun menyerahkan diri kepada polisi dan ditahan. Orang yang ia tabrak mengalami kritis dan kemudian meninggal. Jantungnya didonorkan kepada seseorang yang nantinya menjadi kekasih istrinya. Begitu runyam film ini. Pertautan tiga cerita itu tidak dirangkai secara linier namun secara acak dan terbolak-balik. Penonton harus menyusun sendiri kepingan-kepingan puzzle film 21 Grams menjadi satu rangkaian yang utuh. Film ini dengan jelas menyindir agama yang bisa mem...

Komentar
Posting Komentar