Langsung ke konten utama

Sound of Metal (2019), Ada Surga dalam Keheningan

 


Dari judulnya kita akan membayangkan ini adalah film tentang band metal yang dipenuhi musik-musik cadas seperti film the Rockstar. Ternyata salah besar!! Ini adalah film yang mengisahkan tentang dunia yang sunyi. Ruben, seorang drummer band metal harus menerima kenyataan pahit bahwa ia mengalami gangguan pendengaran akut, bahkan menuju ketulian. Ia pun harus meninggalkan gemerlap dunia panggung hiburan dan menepi di sebuah tempat rehabilitasi tuna rungu. Ia mengalami depresi yang berat ketika berjumpa dengan kenyataan yang mengubah kehidupannya.

Dalam kekecewaannya Ruben masih memiliki harapan, yaitu operasi penanaman implan telinga – meskipun biayanya sangat mahal. Setelah menjual mobil RV, satu-satunya harta yang ia miliki, Ruben pun memutuskan untuk melakukan operasi penanaman implan. Namun harapan seringkali berbeda dengan kenyataan. Implan yang ditanam memang menghasilkan bunyi yang dikirim ke otak. Namun bunyi itu bukanlah bunyi yang diharapkannya. Bunyi yang diterima otaknya adalah bunyi imitasi yang malah kadang terdengar gaduh. Ruben kembali terjatuh ke dalam kegelisahan yang semakin dalam. Ia pun ahirnya memilih menikmati kesunyian yang penuh misteri dan keindahan.

Rudolf Mrazek pernah menuliskan sebuah epilog yang berjudul “Hanya Orang Tuli yang Dapat Mendengar dengan Baik”. Dalam tulisan tersebut, Mrazek mengulang kembali kisah Pramoedya Ananta Toer ketika berada di pulau Buru. Dalam catatannya, Pram mengungkapkan bahwa satu-satunya indera yang menjadi andalannya adalah telinga. Namun naas, ketika berada di pulau Buru, prajurit Belanda menghajar kepalanya dengan senapan sehingga telinga kirinya tuli. Tak berselang lama, kedua telinganya membengkak dan pendengarannya menurun tajam. Pram hampir tuli! Namun dalam ketuliannya, Pram merasakan ketajaman rasa yang ia nikmati setiap harinya. Pram menolak bantuan alat dengar. Ia memilih untuk menjadi tuli. Ya. Hanya orang tuli yang dapat mendengar dengan baik!

Ruben memilih menikmati dunianya yang hening. Bahasa bukan hanya tuturan lesan. Bahasa adalah apa yang ada dalam tubuh kita. Menangis dan tertawa itu juga bahasa. Dalam keheningan, manusia menjadi lebih peka dan peduli. Satu kalimat yang diucapkan pemilik tempat rehabilitasi kepada Ruben, bahwa tuli itu bukanlah cacat! Keheningan adalah Kerajaan Tuhan! Ini kalimat yang benar-benar menggetarkan. Seperti halnya Pramoedya yang memang memilih menikmati dunia tanpa suara. Keheningan itu lebih cadas daripada musik metal!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Separation (2011), Konflik yang Artistik

Film ini mengisahkan munculnya masalah di tengah masalah yang dihadapi oleh pasangan Nader dan Simin. Saat mereka bergumul dengan proses perceraian, timbullah masalah baru di mana Nader dituntut atas tindak kekerasan terhadap Razieh, pembantu yang baru beberapa hari bekerja di rumahnya. Nader dituntut di pengadilan setelah Razieh terjatuh dari tangga dan mengalami keguguran. Di tengah ketidakharmonisan Nader dan Simin, mereka harus bersinergi untuk menghadapi tuntutan tindak kekerasan kepada Razieh. Film dari negara Iran ini menggambarkan permasalahan yang muncul dari dua keluarga dari kelas yang berbeda. Keluarga Nader adalah keluarga kelas ekonomi menengah dan keluarga Razieh adalah keluarga kelas ekonomi bawah. Ketidakadilan sebenarnya telah dimunculkan saat pertama kali Razieh melamar menjadi pembantu. Razieh mendapat upah yang tidak sepadan dengan pekerjaan serta jauhnya perjalanan yang ditempuh menuju apartemen Nader. Ia harus mengasuh ayah Nader yang menderita penyak...

1900, Lima Jam yang Sangat Melelahkan!

Durasi film ini sama dengan tiga kali durasi film biasa. Kalau dihitung durasi film ini lebih dari lima jam! Ibarat makanan, film ini seperti mukbang atau makan besar, memakan tiga atau empat porsi makanan yang malah bikin mblenger atau eneg. Ini film sejarah negara Italia dari tahun 1900 hingga 1940-an, di mana menghadirkan persahabatan dua orang yang terjalin sejak kanak-kanak hingga lanjut usia. Olmo adalah seorang anak buruh tani yang bersahabat dengan Alfredo, anak pemilik perkebunan. Ketika perang dunia pertama berakhir, Italia meskipun menang tapi mengalami krisis. Saat inilah Mussolini mulai naik menjadi perdana menteri dan menerapkan fasisme di Italia. Dampak dari fasisme adalah berjayanya para borjuis dan penindasan yang semena-mena terhadap kaum buruh. Alfredo pun berjaya di tengah keluarga borjuis. Ia mewarisi perkebunan orang tuanya. Sedangkan Olmo menjadi aktifis kaum buruh tani yang berideologi komunis. Ia memimpin kaum buruh tani menentang fasisme di Italia...

21 Grams (2003), Agama yang Memabukkan

Film ini menautkan tiga cerita menjadi satu rangkaian yang saling terkait. Salah satunya adalah cerita Jack Jordan yang mabuk agama. Jack adalah seorang mantan narapidana yang kemudian berkenalan dengan seorang pendeta. Melalui pendeta itulah Jack mengenal kehidupan gereja dan terlibat aktif di dalamnya. Namun perjumpaannya dengan gereja malah membuat dirinya sering tidak berpikir rasional. Pertautan kisah itu terjadi pada saat Jack menabrak seorang ayah bersama dua orang anaknya yang sedang menyeberang jalan. Jack pun menyerahkan diri kepada polisi dan ditahan. Orang yang ia tabrak mengalami kritis dan kemudian meninggal. Jantungnya didonorkan kepada seseorang yang nantinya menjadi kekasih istrinya. Begitu runyam film ini. Pertautan tiga cerita itu tidak dirangkai secara linier namun secara acak dan terbolak-balik. Penonton harus menyusun sendiri kepingan-kepingan puzzle film 21 Grams menjadi satu rangkaian yang utuh. Film ini dengan jelas menyindir agama yang bisa mem...