Sebuah perguruan tinggi di Inggris menerapkan disiplin yang
keras baik dalam sekolah ataupun asrama. Namun beberapa siswa menentangnya. Mereka
melakukan kenakalan-kenakalan remaja seperti mencuri motor dari daeler, minum
alkohol, hingga berpacaran. Walaupun dihukum namun mereka tetap menunjukkan
sikap penolakan terhadap disiplin sekolah. Hingga puncaknya saat menjalani hukuman, mereka menemukan
senapan dan granat di gudang sekolah. Dalam sebuah acara penyambutan pahlawan
nasional, mereka beraksi dengan membombardir para tamu dengan
senapan dan membuat ledakan granat di halaman sekolah. Senjata dapat mengubah
segalanya. Jikalau...
“Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kita harapkan terjadi, tapi sesuatu yang harus kita ciptakan.” Demikianlah Shukichi menasihati putri tunggalnya, Noriko, yang sedang bimbang memutuskan untuk menikah atau tidak. Film ini mengisahkan pergumulan Noriko, gadis 27 tahun yang tinggal bersama Shukichi ayahnya yang sudah menduda. Pada awalnya Noriko merasa hidupnya sudah nyaman tinggal bersama ayahnya, tanpa harus menikah. Ia menganggap pernikahan adalah beban. Noriko dibayang-bayangi kegagalan dalam mebangun pernikahan yang dialami oleh seorang sahabatnya. Namun dorongan dari Shukichi mampu mengubah pola pikir Noriko. Ia akhirnya berani beranjak meninggalkan zona nyamannya dan bersiap memasuki zona tidak nyaman, yaitu pernikahan. Di akhir film, Noriko mengenakan baju penganten dan diantarkan ayahnya untuk menikah. Tapi yang menarik adalah dalam film ini sama sekali tidak diperlihatkan siapakah pasangan Noriko yang akan menikahinya. Jadi pesan yang ingin disampaikan dari fi...

Komentar
Posting Komentar