Langsung ke konten utama

HOLY SPIDER 2022, KUPU-KUPU MALAM, KUPU-KUPU MALANG

 


Ia mengira dirinya adalah pahlawan. Ia merasa telah melakukan jihat dengan membunuh 16 orang pelacur. Satu demi satu dikencaninya, tapi itu adalah sebuah jebakan. Ia mencekik para pelacur hingga mati. Tubuhnya dibuang seperti sampah. Begitu bencinya ia dengan pelacur. Seolah pelacur, baginya adalah kotoran yang harus dibersihkan.

Hingga datanglah Rahimi, seorang wartawati menelusur jejak pembunuhan berantai tersebut. Berpura-pura menjadi pelacur, Rahimi berhasil memancing pelaku pembunuhan hingga akhirnya pelaku ditangkap, diadili, dan dihukum mati.

Apakah pelacur itu sampah dan kotoran? Pergumulan moral dan etika inilah yang dimunculkan di dalam film Holy Spider. Orang yang mabok agama akan mengambil jalan pintas : mereka adalah orang-orang berdosa. Tercemar. Bahkan membunuh orang-orang seperti itu dianggap sebagai sesuatu yang halal.

Film ini sangat berani dalam mengangkat isu sosial dan membenturkan dunia porstitusi dengan ajaran agama. Kerap kali ajaran agama itu hanya dilihat sebagai sebuah aturan benar – salah. Suci – dosa. Halal – haram. Agama adalah sebuah refleksi teologis – sosial yang sebenarnya lebih dari dari itu! Agama bukan hanya bagaimana kita menjalin relasi dengan yang maha kuasa. Tapi agama juga bagaimana kita menerima yang sesat dan berdosa dalam kehidupan ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Separation (2011), Konflik yang Artistik

Film ini mengisahkan munculnya masalah di tengah masalah yang dihadapi oleh pasangan Nader dan Simin. Saat mereka bergumul dengan proses perceraian, timbullah masalah baru di mana Nader dituntut atas tindak kekerasan terhadap Razieh, pembantu yang baru beberapa hari bekerja di rumahnya. Nader dituntut di pengadilan setelah Razieh terjatuh dari tangga dan mengalami keguguran. Di tengah ketidakharmonisan Nader dan Simin, mereka harus bersinergi untuk menghadapi tuntutan tindak kekerasan kepada Razieh. Film dari negara Iran ini menggambarkan permasalahan yang muncul dari dua keluarga dari kelas yang berbeda. Keluarga Nader adalah keluarga kelas ekonomi menengah dan keluarga Razieh adalah keluarga kelas ekonomi bawah. Ketidakadilan sebenarnya telah dimunculkan saat pertama kali Razieh melamar menjadi pembantu. Razieh mendapat upah yang tidak sepadan dengan pekerjaan serta jauhnya perjalanan yang ditempuh menuju apartemen Nader. Ia harus mengasuh ayah Nader yang menderita penyak...

1900, Lima Jam yang Sangat Melelahkan!

Durasi film ini sama dengan tiga kali durasi film biasa. Kalau dihitung durasi film ini lebih dari lima jam! Ibarat makanan, film ini seperti mukbang atau makan besar, memakan tiga atau empat porsi makanan yang malah bikin mblenger atau eneg. Ini film sejarah negara Italia dari tahun 1900 hingga 1940-an, di mana menghadirkan persahabatan dua orang yang terjalin sejak kanak-kanak hingga lanjut usia. Olmo adalah seorang anak buruh tani yang bersahabat dengan Alfredo, anak pemilik perkebunan. Ketika perang dunia pertama berakhir, Italia meskipun menang tapi mengalami krisis. Saat inilah Mussolini mulai naik menjadi perdana menteri dan menerapkan fasisme di Italia. Dampak dari fasisme adalah berjayanya para borjuis dan penindasan yang semena-mena terhadap kaum buruh. Alfredo pun berjaya di tengah keluarga borjuis. Ia mewarisi perkebunan orang tuanya. Sedangkan Olmo menjadi aktifis kaum buruh tani yang berideologi komunis. Ia memimpin kaum buruh tani menentang fasisme di Italia...

Hujan Bulan Juni (2017), Hujanmu Abadi, Pak Sapardi...

Sebenarnya sama sekali tidak ada niat untuk menuliskan catatan tentang film ini. Tapi ketika mendengar kabar sang maestro hujan telah berpulang, tergeraklah untuk mengingat dan menuliskan kembali serpihan karyanya yang diabadikan melalui sebuah film : Hujan Bulan Juni. Dari puisi, kemudian ditulislah novel. Dari novel, dihidupkan menjadi film. Sayang, ada banyak hal yang mengecewakan dari film ini ketika kita lebih dahulu membaca puisi dan novel pak Sapardi. Puisinya begitu bersahaja. Novelnya begitu humanis. Namun ketika tertuang menjadi film, entah kenapa daya mistis karya beliau sirna. Adalah sebuah kisah roman tentang Sarwono dan Pingkan. Sarwono orang Solo, sedangkan Pingkan gadis berdarah Jawa-Manado. Sarwono Islam, Pingkan Kristen. Kisah cinta mereka dibalut dengan puisi-puisi yang dituliskan oleh Sarwono. Bumbu percintaan mereka adalah hadirnya Kyoto, mahasiswa program tukar budaya asal Jepang yang menjadi orang ketiga. Sayangnya pergumulan kritis Pak Sapardi ya...