Ketika pantai terancam bahaya karena hadirnya sosok hiu buas,
walikota justru membuka pantai bagi wisatawan untuk menikmati liburan musim
panas. Demi cuan, bahaya diterjang. Hiu pun benar-benar datang dan membawa
korban. Seorang kepala polisi daerah, bersama dengan seorang ilmuwan dan
seorang pemburu hiu, bertekad untuk memburu hiu di tengah laut. Pertarungan sengit
antara tiga orang dalam sebuah kapal melawan hiu buas di tengah lautan. Kapal pun
hancur. Dengan sisa-sisa kekuatan, akhirnya hiu pun takluk walaupun salah satu
di antara mereka harus tewas menjadi korban.
Manusia memang rapuh di hadapan semesta. Tapi pembedanya adalah manusia memiliki akal dan imajinasi. Inilah yang membuat manusia berkuasa atas
semesta. Manusia bisa membuat senjata. Manusia bisa membuat jaring. Manusia bisa
membuat jerat. Manusia bisa membuat bom. Inilah kelicikan manusia. Hiu buaspun
takluk. Bukan karena kekuatan. Tapi karena kelicikan.

Komentar
Posting Komentar