Langsung ke konten utama

A REAL PAIN (2024), BERSAMA MERAYAKAN LUKA

 



David dan Benjamin adalah dua orang saudara sepupu yang yang mengikuti tour sejarah ke Polandia. Agenda tour tersebut adalah mengunjungi sisa peristiwa genosida terhadap orang-orang Yahudi di Polandia. Mereka mengikuti tour tersebut sebagai penghormatan bagi nenek mereka, orang Yahudi yang selamat dari peristiwa genosida. 

David dan Benjamin memiliki karakter yang berlawanan. David seorang yang introvert, sedangkan Benjamin seorang ekstrovert. Perjumpaan mereka berdua yang berbeda karakter tersebut memunculkan relasi yang unik.

 Benjamin tampil dengan begitu luwes dan hangat. Cara berkomunukasinya sangat ekspresif. Itulah yang membuat dirinya mampu menarik perhatian peserta tour yang lain. Sementara itu David tampil dengan dingin, kaku, dan hampir tanpa ekspresi. Di balik penampilannya yang dingin, David begitu mengagumi Benjamin yang memiliki daya tarik sangat kuat. Dalam hatinya ia ingin menjadi seperti Benjamin yang sangat hangat dan disukai banyak orang. Tapi di sisi yang lain ia begitu membenci Benjamin yang seringkali lepas kendali dan berbicara terlalu bebas tanpa melihat situasi yang ada.

Sepertinya film ini ingin menunjukkan siapapun kita dengan berbagai karakter yang kita miliki, ketika mengenang sebuah tragedi kelam akan tertunduk, terdiam, dan melebur dalam haru bersama-sama. Ketika rombongan tour mengunjungi kamp pengungsian yang telah membunuh ribuan jiwa, semua terdiam. Menyaksikan ruang gas beracun, ruang pembakaran, hingga tempat penyimpanan sepatu para korban bukanlah perkara mudah. Inilah luka yang nyata. Mereka bersama mengenang kebiadaban manusia yang membantai sesamanya hanya untuk menunjukkan kuasa. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Like Father, Like Son (Japan, 2013)

Ini adalah film dengan tema anak yang tertukar dari dua buah keluarga yang kontras. Ryota adalah seorang pebisnis yang sukses. Waktunya banyak dihabiskan untuk bekerja. Begitu sibuknya, seringkali Ryota tidak memiliki waktu untuk istri dan seorang anaknya, Keyta. Suatu saat, Rumah sakit tempat Keyta enam tahun silam dilahirkan, memberikan kabar mengejutkan tentang tertukarnya bayi Keyta pada saat kelahiran. Adalah Ryuusei, anak yang dulu tertukar dengan Keyta, dan kini tinggal bersama keluarga Saiki. Kedua keluargapun berjumpa dan sepakat untuk   melakukan penjajakan pertukaran kembali anak yang telah tertukar. Keyta belajar beradaptasi tinggal bersama keluarga Saiki sedangkan Ryuusei belajar beradaptasi tinggal bersama keluarga Ryota. Kedua keluarga ini digambarkan sangat berbeda. Keluarga Saiki adalah keluarga sederhana yang tinggal di kios kecil. Saiki sendiri menerima reparasi alat-alat elektronik. Selain Ryuusei, Saiki memiliki dua anak lagi. Sedangkan keluarga Ryota ...

Sound of Metal (2019), Ada Surga dalam Keheningan

  Dari judulnya kita akan membayangkan ini adalah film tentang band metal yang dipenuhi musik-musik cadas seperti film the Rockstar. Ternyata salah besar!! Ini adalah film yang mengisahkan tentang dunia yang sunyi. Ruben, seorang drummer band metal harus menerima kenyataan pahit bahwa ia mengalami gangguan pendengaran akut, bahkan menuju ketulian. Ia pun harus meninggalkan gemerlap dunia panggung hiburan dan menepi di sebuah tempat rehabilitasi tuna rungu. Ia mengalami depresi yang berat ketika berjumpa dengan kenyataan yang mengubah kehidupannya. Dalam kekecewaannya Ruben masih memiliki harapan, yaitu operasi penanaman implan telinga – meskipun biayanya sangat mahal. Setelah menjual mobil RV, satu-satunya harta yang ia miliki, Ruben pun memutuskan untuk melakukan operasi penanaman implan. Namun harapan seringkali berbeda dengan kenyataan. Implan yang ditanam memang menghasilkan bunyi yang dikirim ke otak. Namun bunyi itu bukanlah bunyi yang diharapkannya. Bunyi yang diterima ota...

Coda (2021), Mendengar yang Tidak Terdengar

  Seorang gadis bersuara indah hadir di antara keluarga yang tuna rungu. Sebuah dilema besar ketika harus memilih antara pergi melanjutkan kuliah musik karena beasiswa, atau tetap tinggal bersama ayah, ibu, dan kakaknya yang tuna rungu sebagai nelayan. Film ini membenturkan dua   dunia yang berseberangan dengan sangat keras. Buat apa suara indah di tengah keluarga tuna rungu? Film ini mengajak kita untuk berempati. Bagaimana seorang yang bisa mendengar dan berbicara belajar untuk menjadi seorang yang tidak bisa mendengar. Dan juga bagaimana seorang tuna rungu belajar untuk menikmati dan menghargai indahnya musik. Bagian yang menarik dari film ini adalah ketika sang ayah, ibu, dan kakak menyaksikan gadis itu bernyanyi di aula bersama dengan kelompok paduan suaranya. Kita diajak untuk mengalami apa yang dirasakan oleh keluarga yang tuna rungu ketika di tengah-tengah lagu tiba-tiba suara dimaatikan. Hening... Sepi... Kita diajak untuk menikmati musik tanpa suara. Kita diajak ...