Langsung ke konten utama

HOW TO MAKE MILLIONS BEFORE GRANDMA DIES (2024), KISAH YANG MENGUJI KEBAIKAN



Seorang nenek yang menderita kanker stadium akhir, diperkirakan hidupnya satu tahun lagi menjadi objek perebutan warisan anak dan cucunya. Mereka tiba-tiba saja menjadi baik kepada sang nenek demi mendapatkan hak waris rumah yang sedang ditinggali. Kejutan muncul ketika anak cucu yang berusaha merawat dan menunjukkan kebaikan malah tidak mendapatkan hak waris rumah. Sang nenek memutuskan memberikan rumahnya justru kepada anak yang hidupnya tidak jelas dan jarang mengunjunginya. 

Film ini mengajak kita melihat kebaikan secara kritis. Apakah motif atau latar belakang kebaikan yang dilakukan? Memang masih ada kebaikan yang benar-benar hadir karena rasa cinta yang tulus. Bukan karena balas budi ataupun pamrih semata. Namun lebih banyak kebaikan palsu yang hadir seolah-olah menunjukkan kepedulian tapi penuh kemunafikan. Ketika sang nenek memutuskan menyerahkan rumahnya kepada salah seorang anak, dan rumah itu dijual, sang nenek pun "dibuang" ke panti jompo. Begituah kehidupan yang penuh dengan kepalsuan. 

Walaupun ini film Thailand, tapi seolah-olah kita sedang menyaksikan film China karena diangkat dari keluarga besar keturunan China yang tinggal di Thailand. Keluarga keturunan China memang memiliki keunikan yang khas mengenai konflik permasalahan materi. Menyaksikan film ini, mengingatkan saya akan film Cek Toko Sebelah yang juga memiliki latar belakang serupa tentang warisan. Yang menarik adalah film ini bukan hanya menunjukkan konflik perebutan warisan semata tapi juga berbicara tentang spriritualitas yang dalam. Bagaimana memaknai waktu, bagaimana memaknai keluarga, bagaimana memaknai kerja, bagaimana memaknai kegahagiaan, bagaimana memaknai harapan.... Pada saat berdoa bersama di kuil, selain menuliskan doa pengharapan agar anak cucunya sehat dan mendapat pekerjaan yang layak, sang nenek menuliskan, "semoga saya menang lotere". Sebuah doa yang benar-benar jujur dan "nakal".    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

21 Grams (2003), Agama yang Memabukkan

Film ini menautkan tiga cerita menjadi satu rangkaian yang saling terkait. Salah satunya adalah cerita Jack Jordan yang mabuk agama. Jack adalah seorang mantan narapidana yang kemudian berkenalan dengan seorang pendeta. Melalui pendeta itulah Jack mengenal kehidupan gereja dan terlibat aktif di dalamnya. Namun perjumpaannya dengan gereja malah membuat dirinya sering tidak berpikir rasional. Pertautan kisah itu terjadi pada saat Jack menabrak seorang ayah bersama dua orang anaknya yang sedang menyeberang jalan. Jack pun menyerahkan diri kepada polisi dan ditahan. Orang yang ia tabrak mengalami kritis dan kemudian meninggal. Jantungnya didonorkan kepada seseorang yang nantinya menjadi kekasih istrinya. Begitu runyam film ini. Pertautan tiga cerita itu tidak dirangkai secara linier namun secara acak dan terbolak-balik. Penonton harus menyusun sendiri kepingan-kepingan puzzle film 21 Grams menjadi satu rangkaian yang utuh. Film ini dengan jelas menyindir agama yang bisa mem...

1900, Lima Jam yang Sangat Melelahkan!

Durasi film ini sama dengan tiga kali durasi film biasa. Kalau dihitung durasi film ini lebih dari lima jam! Ibarat makanan, film ini seperti mukbang atau makan besar, memakan tiga atau empat porsi makanan yang malah bikin mblenger atau eneg. Ini film sejarah negara Italia dari tahun 1900 hingga 1940-an, di mana menghadirkan persahabatan dua orang yang terjalin sejak kanak-kanak hingga lanjut usia. Olmo adalah seorang anak buruh tani yang bersahabat dengan Alfredo, anak pemilik perkebunan. Ketika perang dunia pertama berakhir, Italia meskipun menang tapi mengalami krisis. Saat inilah Mussolini mulai naik menjadi perdana menteri dan menerapkan fasisme di Italia. Dampak dari fasisme adalah berjayanya para borjuis dan penindasan yang semena-mena terhadap kaum buruh. Alfredo pun berjaya di tengah keluarga borjuis. Ia mewarisi perkebunan orang tuanya. Sedangkan Olmo menjadi aktifis kaum buruh tani yang berideologi komunis. Ia memimpin kaum buruh tani menentang fasisme di Italia...

A Separation (2011), Konflik yang Artistik

Film ini mengisahkan munculnya masalah di tengah masalah yang dihadapi oleh pasangan Nader dan Simin. Saat mereka bergumul dengan proses perceraian, timbullah masalah baru di mana Nader dituntut atas tindak kekerasan terhadap Razieh, pembantu yang baru beberapa hari bekerja di rumahnya. Nader dituntut di pengadilan setelah Razieh terjatuh dari tangga dan mengalami keguguran. Di tengah ketidakharmonisan Nader dan Simin, mereka harus bersinergi untuk menghadapi tuntutan tindak kekerasan kepada Razieh. Film dari negara Iran ini menggambarkan permasalahan yang muncul dari dua keluarga dari kelas yang berbeda. Keluarga Nader adalah keluarga kelas ekonomi menengah dan keluarga Razieh adalah keluarga kelas ekonomi bawah. Ketidakadilan sebenarnya telah dimunculkan saat pertama kali Razieh melamar menjadi pembantu. Razieh mendapat upah yang tidak sepadan dengan pekerjaan serta jauhnya perjalanan yang ditempuh menuju apartemen Nader. Ia harus mengasuh ayah Nader yang menderita penyak...