Langsung ke konten utama

THE SUBSTANCE (2024), TUBUH ADALAH PASAR


 

Elisabeth Sparkle menyadari tubuhnya tidak lagi bisa dijual karena bertambahnya usia. Kerutan dan timbunan lemak bagi dunia hiburan adalah sampah. Masa kejayaannya hampir berlalu tapi ia tidak mau merelakannya pergi. Elisabeth Sparkle mengikuti program peremajaan diri. Namun caranya ekstrim. Tubuhnya terbuka dan muncullah sosok baru yang jauh lebih muda. Dirinya kini ada dua. Tubuh tua yang penuh kerut dan lemak serta tubuh muda yang segar dan sintal. Masalahnya adalah keduanya harus bergantian tampil. Tubuh muda yang begitu bergairah tidak menyia-nyakan kesempatan ini. Kariernya begitu cemerlang. Namun tubuh tua pun cemburu akan karier tubuh mudanya. Puncaknya adalah bagaimana tubuh muda dan tubuh tua berkelahi berebut siapa yang akan tampil. Dalam perkelahian itu, tubuh muda terbelah dan muncul sosok ketiga dari diri Elisabeth Sparkle.

Tubuh adalah pasar. Kita mengupayakan apa yang terbaik bagi tubuh kita, termasuk penampilan. Seorang rela menghabiskan banyak uang untuk perawatan tubuh. Kita terlena dengan standart tubuh yang dianggap ideal. Pada era tahun 80-an dan 90-an produksi mainan membuat boneka Barbie yang sangat laris di pasaran. Tanpa disadari boneka Barbie diciptakan sebagai wacana standart tubuh ideal manusia. Manusia pun berlomba-lomba untuk memiliki tubuh seperti Barbie. Tinggi, langsing, rambut panjang, kulit putih, mata cemerlang, bibir tipis, pipi tirus, bulu mata letik, dan sebagainya. Demikian pula dengan laki-lakipun dimunculkan Barbie pria yang tinggi, atletis, perut six pack, dan sebagainya.

Siapa yang diuntungkan dengan standartisasi tubuh tersebut? Tentu saja para pemilik modal. Perusahaan make up, fashion, hingga  jasa operasi plastik. Kegelisahan Elisabeth Sparkle akan tubuhnya yang berkerut dan berlemak seiring bertambahnya usia adalah kegelisahan kita. Namun kita harus menyadari bahwa penuaan adalah bagian dari kehidupan yang tidak dapat dihindari. Godaan peremajaan tubuh memang sangat besar. Namun itu bukanlah solusi. Itu adalah ilusi kapitalisme belaka.     

Komentar

Postingan populer dari blog ini

A Separation (2011), Konflik yang Artistik

Film ini mengisahkan munculnya masalah di tengah masalah yang dihadapi oleh pasangan Nader dan Simin. Saat mereka bergumul dengan proses perceraian, timbullah masalah baru di mana Nader dituntut atas tindak kekerasan terhadap Razieh, pembantu yang baru beberapa hari bekerja di rumahnya. Nader dituntut di pengadilan setelah Razieh terjatuh dari tangga dan mengalami keguguran. Di tengah ketidakharmonisan Nader dan Simin, mereka harus bersinergi untuk menghadapi tuntutan tindak kekerasan kepada Razieh. Film dari negara Iran ini menggambarkan permasalahan yang muncul dari dua keluarga dari kelas yang berbeda. Keluarga Nader adalah keluarga kelas ekonomi menengah dan keluarga Razieh adalah keluarga kelas ekonomi bawah. Ketidakadilan sebenarnya telah dimunculkan saat pertama kali Razieh melamar menjadi pembantu. Razieh mendapat upah yang tidak sepadan dengan pekerjaan serta jauhnya perjalanan yang ditempuh menuju apartemen Nader. Ia harus mengasuh ayah Nader yang menderita penyak...

1900, Lima Jam yang Sangat Melelahkan!

Durasi film ini sama dengan tiga kali durasi film biasa. Kalau dihitung durasi film ini lebih dari lima jam! Ibarat makanan, film ini seperti mukbang atau makan besar, memakan tiga atau empat porsi makanan yang malah bikin mblenger atau eneg. Ini film sejarah negara Italia dari tahun 1900 hingga 1940-an, di mana menghadirkan persahabatan dua orang yang terjalin sejak kanak-kanak hingga lanjut usia. Olmo adalah seorang anak buruh tani yang bersahabat dengan Alfredo, anak pemilik perkebunan. Ketika perang dunia pertama berakhir, Italia meskipun menang tapi mengalami krisis. Saat inilah Mussolini mulai naik menjadi perdana menteri dan menerapkan fasisme di Italia. Dampak dari fasisme adalah berjayanya para borjuis dan penindasan yang semena-mena terhadap kaum buruh. Alfredo pun berjaya di tengah keluarga borjuis. Ia mewarisi perkebunan orang tuanya. Sedangkan Olmo menjadi aktifis kaum buruh tani yang berideologi komunis. Ia memimpin kaum buruh tani menentang fasisme di Italia...

21 Grams (2003), Agama yang Memabukkan

Film ini menautkan tiga cerita menjadi satu rangkaian yang saling terkait. Salah satunya adalah cerita Jack Jordan yang mabuk agama. Jack adalah seorang mantan narapidana yang kemudian berkenalan dengan seorang pendeta. Melalui pendeta itulah Jack mengenal kehidupan gereja dan terlibat aktif di dalamnya. Namun perjumpaannya dengan gereja malah membuat dirinya sering tidak berpikir rasional. Pertautan kisah itu terjadi pada saat Jack menabrak seorang ayah bersama dua orang anaknya yang sedang menyeberang jalan. Jack pun menyerahkan diri kepada polisi dan ditahan. Orang yang ia tabrak mengalami kritis dan kemudian meninggal. Jantungnya didonorkan kepada seseorang yang nantinya menjadi kekasih istrinya. Begitu runyam film ini. Pertautan tiga cerita itu tidak dirangkai secara linier namun secara acak dan terbolak-balik. Penonton harus menyusun sendiri kepingan-kepingan puzzle film 21 Grams menjadi satu rangkaian yang utuh. Film ini dengan jelas menyindir agama yang bisa mem...