Ia mengira dirinya adalah pahlawan. Ia merasa telah melakukan jihat dengan membunuh 16 orang pelacur. Satu demi satu dikencaninya, tapi itu adalah sebuah jebakan. Ia mencekik para pelacur hingga mati. Tubuhnya dibuang seperti sampah. Begitu bencinya ia dengan pelacur. Seolah pelacur, baginya adalah kotoran yang harus dibersihkan. Hingga datanglah Rahimi, seorang wartawati menelusur jejak pembunuhan berantai tersebut. Berpura-pura menjadi pelacur, Rahimi berhasil memancing pelaku pembunuhan hingga akhirnya pelaku ditangkap, diadili, dan dihukum mati. Apakah pelacur itu sampah dan kotoran? Pergumulan moral dan etika inilah yang dimunculkan di dalam film Holy Spider. Orang yang mabok agama akan mengambil jalan pintas : mereka adalah orang-orang berdosa. Tercemar. Bahkan membunuh orang-orang seperti itu dianggap sebagai sesuatu yang halal. Film ini sangat berani dalam mengangkat isu sosial dan membenturkan dunia porstitusi dengan ajaran agama. Kerap kali ajaran agama itu hanya ...
Sinema dan secangkir kopi adalah paduan yang luar biasa. Keduanya mampu merangsang inspirasi yang beku. Dalam blog ini akan dibahas film-film inspiratif yang diproduksi dari seluruh penjuru dunia. Salam Sinema!!